Beritamuria.com. Sejak ketentuan pemberian hibah alat dihentikan, peserta pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Sosial Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus tetap memenuhi target. Kepala
Dinsosnakertrans Kudus, Lutful Hakim, mengungkapkan ada penurunan jumlah
masyarakat yang mendaftar di BLK. Meski demikian, peserta pelatihan kerja tetap
sesuai yang ditargetkan oleh BLK.
“Ada penurunan jumlah pendaftar.
Namun untuk kepesertaan pelatihan kerja tetap sesuai target,” ungkapnya,
Selasa, 17 Nopember 2015, di ruang kerjanya.
Pihaknya menduga penurunan
pendaftar akibat tidak adanya bantuan alat bagi peserta pelatihan kerja. Justru
ketika tidak ada lagi bantuan alat, pihaknya dapat mengukur keseriusan para
peserta pelatihan kerja. Motivasi ingin mendapatkan keterampilan kerja, bukan semata-mata
ingin mendapatkan bantuan alat.
“Justru dengan tidak adanya hibah
alat, keseriusan peserta pelatihan dapat teruji,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan program
pelatihan kerja bagi masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT),
pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga pelatihan kerja yang
membutuhkan sarana dan pra sarana yang tidak dimiliki oleh BLK dapat terlaksana
dengan baik.
“Ada beberapa pelatihan kerja
yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga guna memaksimalkan program pelatihan
yang sarana dan pra sarana tidak dimiliki oleh BLK,” tuturnya.











